Minggu, 16 Januari 2011

Senin, 03 Januari 2011

Medina Kurus

medi medi medi
Although she was thin,I love her so muuuuuuuch

medina puteri ramadhanti♥

Jumat, 10 Desember 2010

totoro totoro


you know totoro?totoro totoro
someone secretly bury a berry in side road and when a small 
sprout grows, the secret code is the passport to the forest.
a wonderful journey will begin.
Raining at the bus stop if there's a drenched ghost,
let him under your umbrella
the passport to the forest,the magical door will open.
And on a moonlit night he plays a magic flute in the sky
There you'll be with
if you want meet totoro you can visit only when you are a kid
and in very mysterious meeting

Senin, 01 November 2010

Don't Say Goodbye

The Parc - Don't Say Goodbye

Intro

Does not feel long as we go through the day with your friends
And soon we will be apart you will leave me and meet new friends
on the other day
#reff: And please don't say goodbye say hello to me

Do not ever forget us we will always remember
the painful memories or beautiful memories
Because I certainly will not forget about it
And please don't say goodbye say hello to me
Because I will always remember you

And if later we meet again
I would really miss you and our memories
And please don't say goodbye say hello to me
And please don't say goodbye say hello to me

Outro

Selasa, 19 Oktober 2010

The Parc



Hello saya ingin bercerita tentang the Parc
awal mulanya,saya mempunyai band bernama thumband(tumben)haha ini adalah pemikiran yang sangat konyol.Jika ingin melihat thumband klik link ini http://www.youtube.com/watch?v=AKtMleioxVE .memang konyol,tapi ini awal dari semuanya,jika tidak ada band ini saya tidak tahu pontensi yang dimiliki teman teman saya.beberapa bulan berikutnya band ini bubar-_-setelah bubar saya membuat band bersama frizki ical rizky darmawan faldi satrio dan rifa,namun saya bingung karena personilnya selalu berganti-_-setelah sekian lama band ini hilang.namun kadang kala beberapa orang ini masih melakukan kegiatan di studio.Setelah kelas 9 band ini pecah.Saat saya ingin menuju studio bersama frizki rizky dan fadli,frizki membatalkannya.Tetapi tanpa frizki kita bertiga tetap menuju studio.setelah bermain di studio saya berfikir untuk mengajak alfin dan kresna dan membuat band 9c.Setelah didiskusikan,rizky dan fadli setuju untuk mengajak mereka.keesokan harinya saya mengajak kresna dan alfin,dan mereka menerima tawaran ini dengan senang,lagu untuk latihan kita adalah lagu the beatles - help!!! lagu yang cukup sulit namun cukup membuat band ini semangat.pertama kali ke studio kami mencobanya,saya mengajari alfin untuk bermain bass dan ternyata dia mempunyai bakat yang baik untuk bermain bass,kita selalu melakukan perubahan dan itu membuat band ini semakin baik.Untuk nama band,saat awal ngeband kita tidak mempunyai nama dan orang yang menjaga studio menamakan band kita "no name" dari situ kita berfikir untuk membuat nama.Saat perundingan kita mempunyai beberapa pilihan yaitu the lighter,the bee.Namun alfin berfikir berbeda,karena semua personil band ini kelas 9c dan nama wali kelas adalah "bu Parwati" jadi dia memberi usul nama band ini "Parc" Itulah awal dari band ini.Jika ingin melihat "The Parc" latihan datanglah ke shea,Oh iya perlu anda tahu nama studio tempat The Parc bermain band adalah "Shea" ya sebetulnya namanya bukan itu-_-namun nama itu didapat dari "Shea Stadium" tempat the beatles manggung pada tahun 1965,jadi kita menyebutnya Shea.Setiap hari kita melakukan improvisasi apa yang kurang kita berusaha untuk membuatnya menjadi lebih baik.Sekarang The Parc sedang mencoba membawakan lagu I want to hold your hand dan That thing you do.The Parc memulai dari nol dan berusaha melanjutkan karirnya bersama manager yaitu reza qorib.
Doakan kami agar bisa menjadi band yang solid!yang penting itu bukanlah masalah handal bermain atau tidak,yang penting adalah kebersamaan.

Jika ingin melihat rekamannya klik link ini.Maaf video amatir

Minggu, 17 Oktober 2010

George Harrison


GEORGE HARRISON

George Harrison dijuluki sebagai 'the quiet Beatle' (si Beatle yang pendiam). Dilihat dari kemampuan bermusiknya, sebenarnya George bisa disetarakan dengan John dan Paul, bahkan melebihi mereka. Lebih dari itu, banyak yang menganggap George sebagai salah satu pemain gitar terbaik di dunia. Tapi karena George jarang menonjolkan diri seperti John dan Paul (mungkin karena ia adalah personel Beatles yang termuda), namanya tenggelam di bawah bayang-bayang John dan Paul.
Berbeda dari The Beatles yang lain, ia merupakan satu-satunya anggota grup yang di masa kecilnya tidak dilanda mimpi buruk akibat perceraian orang tuanya. George Harold Harrison lahir pada tanggal 24 Februari 1943 (sumber lain mengatakan, George lahir tanggal 24 Februari 1943 jam 23:42). Ayahnya, Harold, adalah seorang sopir bus kota dan ibunya, Louise Harrison adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Sejak kecil George mulai kenal musik karena keluarganya sering mendengarkan musik dari siaran radio. Selain itu, orang tuanya banyak memiliki koleksi lagu-lagu pada masa itu, misalnya Bing Crosby, Shenanaggy Da, dan sebagainya.
Liverpool Institute, satu sekolah dengan Paul, tapi satu angkatan di bawah Paul. Sekitar tahun 1956/ 1957, George terserang penyakit radang ginjal dan diopname di Alder Hey Hospital selama 6 minggu. Ketika sakit, ia sering ngidam minta gitar. Akhirnya pada awal tahun 1957, ibunya membelikannya gitar seharga 3 poundsterling Dengan gitar itu, ia ngamen dan mengumpulkan uang untuk membeli gitar baru. Namun karena jumlahnya masih kurang, ia terpaksa harus bekerja di sore hari membantu tukang jagal dan membersihkan rumah orang pada hari Sabtu..

Seperti John dan Paul, George juga menggandrungi rock and roll. George mengidolakan orang-orang seperti Elvis, Carl Perkins, Chuck Berry, Buddy Holly, Little Richard dan Lonnie Donegan. George juga menyukai musik hillbilly seperti 'Nothin' Shakin' dan 'Glad All Over', dan lagu-lagu yang bernuansa humor seperti 'Three Cool Cats' dan 'The Shiek Of Araby'. Sejak bergabung dengan The Quarrymen, George mendapat peran sebagai pemain lead guitar utama. Karena George tidak terlalu mahir berimprovisasi, ia biasanya membuat bagian solo gitar suatu lagu dengan cara mengulik lalu menghapal. Karena itu, pada masa-masa awal The Beatles, banyak lagu yang bagian solo gitarnya begitu-begitu saja setiap kali The Beatles memainkan lagu tersebut. Contohnya: 'All My Loving', 'Can't Buy Me Love', 'Till There Was You', 'Roll Over Beethoven'.

Hari Natal 1965 George melamar Pattie Boyd, seorang model berkaki indah dan bermata biru laut. Tak lama kemudian keduanya menikah tepatnya 21 Januari 1966.

ini adalah awal karir the beatles


AWAL KARIR

Audisi pertama The Beatles untuk mendapat- kan label rekaman terjadi pada tanggal 1 Januari 1962, di depan para pe- tinggi Decca Records di London. Pada audisi tersebut The Beatles memainkan lagu-lagu "Sheik fof Araby, Red Sails in the Sunset", dan "Like Dreamers Do". Tapi gara-gara penampilan yang kurang memuaskan akibat "nervous", Decca nggak jadi mengontrak mereka. Setelah itu sejumlah label kayak Pye, HMV, Columbia, bahkan EMI, menolak tawaran demo The Beatles. Audisi dengan George Martin pertama kali dilakukan The Beatles pada tanggal 6 Juni 1962 di EMI Studio yang terletak di St. John's Wood. Dalam audisi ini The Beatles mulai memainkan lagu-lagu karangan mereka sendiri, kayak "Love Me Do, Ask Me Why, P.S. I Love You", dan "Hello Little Girl". Akhirnya pada tanggal 11 September 1926, George Martin membawa The Beatles ke studio rekaman buat pertama kalinya dan merekam lagu "Love Me Do" dan "P.S. I Love You". Lagu-lagu ini lantas dirilis oleh Parlophone Records, anak perusahaan EMI Records.

Drummer Asli The Beatles, Pete Best, dipecat pada bulan Agustus 1962 dan posisinya digantikan oleh Ringo Starr. Rumor yang beredar soal pergantian drummer ini adalah karena John, Paul, dan Goerge "jealous" dengan kegantengan Pete. Tapi berita resmi menyebutkan kalo keputusan ini keluar lantaran George Martin nggak suka dengan permainan Pete. Ciri khas penampilan The Beatles hingga tahun 1967 adalah pakaian jas rapi bikinan Pierre Cardin. Tapi di awal tahun 1962, saat Brian Epstein mulai menjadi manajer, The Beatles sempet pecah jadi 2 kubu gara-gara masalah penampilan ini. Kebijakan Brian yang mengharuskan The Beatles selalu tampil formil tiap kali tampil di depan publik, lengkap dengan jas dan dasi, disambut dengan pro dan kontra dari personil. Paul dan Ringo adalah para personil yang pro, sedangkan John dan George bersikap kontra.

The Beatles mulai memunculkan histeria massa tepatnya pada tanggal 31 Oktober 1963. Histeria ini muncul beberapa hari setelah mereka merilis debut album "Please Please Me", "Live performance" TV yang syutingnya dilakukan di London Palladium. Meski siaran TV ini ditonton oleh 15 juta orang, tapi ribuan fans tetep muncul di "venue" tempat syuting digelar. Di awal tahun '60-an, bisa dibilang kalo semua orang, biak itu cewek maupun cowok, tergila-gila dengan model rambut poni yang populer dengan istilah "moptop". Kegilaan ini muncul lantaran gaya rambut hasil Astrid Kircherr, pacar mantan personil The Beatles, Stuart Sutcliffe, jadi "trademark" The Beatles. Saking populernya, model rambut ini menginspirasikan perusahaan mainan asal Inggris, Bell Toy Company, untuk memproduksi wig model "moptop". Hasilnya, perusahaan mainan ini mengeruk keuntungan besar lantaran wig tersebut laku keras.

Besarnya Pengaruh The Beatles Sepanjang tahun '60-an, berdampak pula di kalangan remaja Amrik. Sejumlah musisi Inggris dengan mudahnya menembus pasar remaja di negeri Paman Sam. Selain itu seleb asal Ingris ikutan populer juga di Amrik, kayak aktor Michael Caine dan Sean Connery. Selain itu produk-produk buatan Inggris juga selalu dianggap paling bagus. Bahkan remaja Amrik berusaha bisa ngomong dengan aksen Inggris biar dibilang keren. Saat The Beatles tampil Live di acara TV Amrik, The Ed Sullivan Show, pada bulan Februari 1964, diperkirakan 73 juta orang di 23 juta rumah berada di depan televisi buat menyaksikan acara ini. Angka ini memecahkan rekor buat acara TV di Amrik. Selain itu ada rekor lain, yaitu saat siaran "live" ini ditayangkan nggak satupun mobil yang kecurian di seluruh kota New York malam itu.

Di masa-masa jayanya The Beatles, seluruh pers Inggris nyaris nggak pernah bikin berita negatif soal The Beatles. Pasalnya artikel yang bagus soal The Beatles pasti berujung pada oplah tinggi. Harian "Daily Mirror" sempet terpuruk penjualannya gara-gara pada terbitan tanggal 21 Juni 1963 mereka menurunkan "headline" yang isinya soal perilaku buruk John Lennon saat mabuk berat dan memukul Bob Wooler (DJ Cavern Club). Peristiwa ini terjadi pada saat perayaan ulang tahun Paul McCartney yang ke-21. Belakangan harian tadi lantas berubah sikap mendukung John Lennon dan jadi salah satu pembelanya. Begitu besarnya ketergantungan pers terhadap berita soal The Beatles, bikin setiap perlakuan kasar personil The Beatles terhadap pers juga ditutup rapat-rapat. Kayak kejadian pada media Agustus 1964, saat George Harrison yang lagi kesel menyiramkan isi gelasnya kepada fotografer di klub Whisky-A-Go-Go. Peristiwa ini terekam oleh kamera sejumlah fotografer yang kebetulan ada disitu. Meski foto ini dipublikasikan, tapi gambar yang ada diubah sedemikian rupa sehingga percikan air dari gelas George nggak kelihatan. Media massa pernah menyamakan The Beatles dengan pemimpin Nazi, Adolf Hitler. Pasalnya The Beatles sukses merasuki anak muda dan menciptakan histeria massa. persis seperti yang dilakukan Hitler semasa melancarkan propaganda perangnya di masa perang dunia-2.

Pada tanggal 31 Oktober 1936, The Beatles tiba di London Airport setelah melakukan tur luar negeri mereka yang pertama, yaitu ke Swedia. Sambutan yang didapat begitu keluar dari pintu pesawat sama sekali nggak diduga. Meski hujan deras, ribuan fans ternyata sudah menunggu buat menyabut kedatangan mereka. Jeritan histeris fans bahkan mengalahkan suara mesin jet pesawat. Sejak itu muncul tradisi yang disebut "airport reception". Tiap kali The Beatles tiba atau berangkat dari bandara diseluruh Inggris, ribuan fans pasti hadir disitu. Selain itu pihak bandara pasti memutar lagu-lagu The Beatles sebagai Penghormatan.
Pemutaran perdana film "A Hard Day's Night" pada 6 Juli 1964 di London Pavillion dibanjiri sekitar 20 ribu orang fans. Sedangkan setiap kali pemutaran pada hari-hari berikutnya, 200 ribu orang fans bikin antrian sepanjang 16 kilometer. Nggak heran kalau produser film ini meraih keuntungan besar. Dengan biaya produksi sebesar 500 ribu dolar Amrik, film yang syutingnya dilakukan mulai tanggal 29 Februari hingga 24 April ini bsa meraih pemasukan sebesar 5,8 juta dolar Amrik hanya dalam waktu 6 minggu. Pada film "A Hard Day's Night", ada satu segmen adegan The Beatles tampil di sebuah acara TV. Acara ini direkam pada tanggal 31 Maret 1964, Scala Theatre, London. Tapi entah kenapa adegan dipotong saat The Beatles memainkan lagu "You Can't Do That", dan nggak pernah dipublikasikan hingga tahun 1994. Saat potongan adegan ini dipertunjukkan lagi, terbukti kalau Phil Collins, yang saat itu berusia 13 tahun, sempet bermain di film ini sebagai figuran penonton.

Fans Club resmi The Beatles di Inggris pada tahun 1964 mempunyai jumlah anggota sebanyak 58 ribu orang. Lantaran saking banyaknya jumlah anggota dan rata-rata dari mereka selalu mencari info setiap saat, akhirnya dibuatkan "line" telepon khusus bagi para anggota yang bisa menampung 100 panggilan masuk tiap jamnya.
Omongan para personil The Beatles, meski cuma bercandaan, selalu dianggap serius. Contohnya George Harrison pernah bilang kalo dia pengen banget nyari celana dalam model Amrik kalau tur ke negara tersebut. Omongan ini langsung ditanggapi serius oleh perwakilan fans club The Beatles di New York. Perwakilan ini langsung ngirim surat buat menanyakan kayak apa perbedaan celana dalam model Amrik dan Inggris. Informasi ini dibutuhkan sebagai bahan rapat pengurus fans club buat menyediakan celana dalam yang dimaksud.

Pada tanggal 18 September 1964, seorang fans cewek nekat menculik pelayan hotel tempat The Beatles menginap. Dibawah ancaman pisau, pelayan hotel tadi disuruh nunjukkin kamar tempat personil The Beatles menginap. Hotel yang pernah jadi tempat nginap para personil The Beatles, selalu bisa mengeruk keuntungan tambahan setelah mereka "check out". Contohnya Muehlebach Hotel di Kansas City berhasil menjual 16 selimut dan 8 bantal bekas tidur personil The Beatles seharga 750 dolar Amrik. Sedangkan seprai bekas tempat tidur The Beatles dipotong kecil-kecil dan masing-masing dijual seharga 10 dolar Amrik.